About Me

Foto Saya
Said Blog
Ku Keliling dunia untuk mencari informasi
Lihat profil lengkapku
Tampilkan postingan dengan label INFO FACEBOOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO FACEBOOK. Tampilkan semua postingan

Tips Agar Tidak Jadi Korban Penipuan via Facebook

Satuan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan memperbanyak imbauan kepada masyarakat melalui situs jejaring sosial Facebook yang berisi agar masyarakat waspada terhadap berbagai aksi penipuan di sosial media. Kepala Satuan Cyber Crime, Ajun Komisaris Besar Hermawan, mengungkapkan, semua imbauan itu dilakukan karena banyak kasus penipuan dengan media dunia maya. “Jejaring sosial seperti Friendster dan Facebook banyak dimanfaatkan pelaku kejahatan. Dalam bentuk permintaan uang ataupun penjualan barang secara fiktif,” ujarnya.
Kejahatan dunia maya via Facebook dan jejaring sosial lainnya makin
  marak
Kejahatan dunia maya via Facebook dan jejaring sosial lainnya makin marak
Dalam waktu dekat, imbauan kepada masyarakat akan disampaikan melalui Facebook agar masyarakat lebih mewaspadai penipuan. Polisi mengingatkan bila ingin memberikan uang atau membeli barang, lebih baik bertemu langsung dan tidak hanya melalui dunia maya.
Beberapa waktu lalu, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penipuan yang dilakukan warga negara Liberia melalui dunia maya. Dengan cara memasang foto pria berwajah tampan dan bertubuh atletis, pelaku yang berinisial MRGG, 45 tahun, berhasil memperdaya sejumlah janda kaya. Salah satunya berinisial RN, yang tertipu hingga Rp5 miliar.
Tersangka MRGG menggunakan nama Josh untuk berkenalan dengan para korbannya. Tersangka bahkan juga memasang foto dengan seorang anak di pantai. “Korban terkesan dan menganggap pelaku adalah pria yang menyayangi keluarga,” terang Hermawan. Setelah berhasil berkenalan. MRGG mulai merayu dan mengatur janji dan meyakinkan untuk menikahi korban. Hal ini membuat korban menjadi lupa diri dan termakan bujuk rayu tersangka. Ini terjadi meski korbannya belum sekalipun berjumpa.
“Komunikasi dilakukan melalui chating dan telepon genggam. Meski tak pernah bertemu, namun RN percaya dengan sosok Josh yang tergambar di akun Facebook itu,” pungkas Kasat. Saat korban diyakini telah terjerat, tersangka kemudian mengatakan dirinya membutuhkan uang untuk biaya perobatan di rumah sakit. Bahkan, dirinya meminta anak kecil untuk berteriak meminta tolong karena ayahnya harus dirawat di rumah sakit dan membutuhkan banyak uang.
Dalam kasus ini, RN yang merasa iba dan telah jatuh cinta percaya dan rela memberikan uang hingga Rp5 miliar. Sebagian uang ditransfer ke bank di Thailand dan ada yang diambil langsung tersangka dengan berpura-pura menjadi kurir ‘Josh’. Penipuan ini terbongkar setelah korban sadar dirinya telah dibohongi karena tak kunjung dinikahi dan kemudian melapor ke Polda Metro Jaya. Melalui penelusuran, Satuan Cyber Crime menangkap tersangka di rumahnya di Centex, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu 2 Februari 2011 lalu.
Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa uang dengan mata uang Euro, Bath, Dolar AS, dan Rupiah, sebuah laptop, iPad, dan beberapa telepon genggam dengan total nilai Rp260 juta. Hasil pemeriksaan, tersangka merupakan jaringan penipu internasional yang anggotanya tersebar di berbagai negara seperti Thailand, Malaysia dan Indonesia. Menurut catatan rekening koran milik pelaku di sejumlah bank, aksi penipuan telah dilakukan sejak 2006.
Hingga kini polisi masih memburu pria berinisial Br yang juga diketahui adalah pelaku penipuan di dunia maya. Sebagai langkah awal, polisi akan mengeluarkan red notice daftar pencarian orang (DPO) pria warga negara Liberia itu. Sementara tersangka yang kini ditahan akan dicekal. Lebih jauh Hermawan, mengimbau masyarakat pengguna situs jejaring sosial agar tidak mudah percaya, dan selektif untuk memilih teman.

http://vivanews.com/
Read More

Ayah Pendiri Facebook Ungkap Rahasia Sukses Didik dan Besarkan Anak

Ingin membesarkan anak jadi orang terkaya di dunia? Dr Edward Zuckerberg, ayahanda Mark Zukerberg pendiri jaringan sosial Facebook, membuka rahasia suksesnya. Kuncinya, kata Edward, mendukung kekuatan dan minat anak serta menjaga keseimbangan antara bekerja dan bermain. Tidak hanya itu ketertarikan Mark terhadap komputer akibat pengenalannya dengan komputer sejak dini.
dr Edward Zuckerberg kanan dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg  
Kiri
dr Edward Zuckerberg kanan dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg Kiri
“Hal ini memperkaya ketertarikan Mark terhadap teknologi,” kata dia seperti dilansir The Associated Press, Jumat 4 Februari 2011. Edward menceritakan, keluarganya terpapar komputer sejak 1985. Ketika itu Edward, yang berkantor di rumah, mulai melakukan komputerisasi. Mark dibesarkan dalam lingkungan tersebut sejak kecil.
Edward mengaku pengetahuan dia mengenai komputer terbatas. Meski begitu dia kerap menjadikan kantornya padat teknologi. “Saya berusaha memiliki teknologi yang paling mutakhir,” kata dia. Ia kemudian mengajarkan Mark program komputer. “Tapi kemampuan programming dia selanjutnya adalah otodidak,” kata Edward.
Ayah empat anak itu mengaku hal terpenting dalam membesarkan anak adalah tidak memaksakan mereka. “Lebih baik mengenali apa kekuatan mereka, dan mendukungnya, serta mendorong pengembangan hal-hal yang mereka sukai,” ujar Edward. Keluarga Zuckerberg tak menerapkan fisik dalam mendisiplinkan anak-anak mereka. “Saya tidak percaya pada disiplin fisik,” kata dia. Tetapi Edward menambahkan orang tua perlu memberitahu perilaku tertentu adalah perilaku yang tak akan ditolerir.
“Jika Anda menyampaikan ketidaksukaan anda terhadap perilaku negatif tertentu pada usia dini, mereka akan belajar memahami perasaan anda mengenai hal-hal itu,” kata dia. Meski tak ingin disebut sebagai ahli, dia mengingatkan anak-anak perlu untuk diingatkan, bahwa ada masa bekerja dan bermain.
Edward menggambarkan Mark sebagai murid baik yang tertarik pada matematika dan ilmu pengetahuan. Mark adalah anak pendiam yang tak suka mengumumkan prestasi dia. Ketika Mark dinobatkan sebagai person of the year oleh Majalah Time, anaknya itu hanya berkata, “Pasti tahun ini sepi sekali.”
Edward mengatakan dia bangga atas prestasi Mark, dan seluruh anaknya. Saudara perempuan Mark, Randi, saat ini menjabat sebagai direktur pemasaran Facebook. Donna, adiknya yang lain, seorang kandidat doktor jurusan Klasik di Princeton. Sementara adik bungsu Mark, Arielle saat ini duduk di bangku kuliah di Claremont McKenna College.
Lalu bagaimana pendapat Edward mengenai film The Social Network yang menceritakan ihwal pendirian Facebook, dan sekelumit kisah hidup Mark. “Jika film itu hanya sebuah cerita, dan bukan cerita mengenai anak saya, saya rasa itu adalah hal yang bisa ditoleransi,” kata Edward.
Edward sekarang menikmati kesuksesan anaknya dengan caranya sendiri. Dia menggunakan Facebook sebagai alat promosi praktik dokter giginya. Satu jam sehari dihabiskannya untuk memperbarui akunnya. Dan satu hal lagi, dia juga masih memeriksa rutin gigi si Mark, putranya yang dinobatkan orang termuda terkaya di dunia itu
.
Sumber http://vivanews.com/
Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Langunges

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutchRussianBrazilJapaneseKoreanArabicChinese Simplified
Translate Widget by Google

Follow Us With Facebook

Kamu Penggemar Said Blog Silahkan Join dan Like Disini Ya...
 

Visitor

free counters Ping your blog, website, or RSS feed for Free Personal Top Blogs AllNewsSite Link Exchange Free Automatic Backlink Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Followers

© 2010 Said Blog
Template by : O-Zone Blogger Abstrak